Web chatting janda married dating site 20

Dari sekian banyak nick yang query aku, aku tertarik pada sebuah nick yang cukup menggoda Jnd_37_Jkt. lidahnya membasahi celana dalam yang membungkus batang penisku.Aku pikir pemilik nick ini pasti seorang janda berusia 37 tahun yang tinggal di Jakarta. Aku tidak menyadari sejak kapan Tante Emma melepas kaus ketatnya, tiba-tiba saja aku merasakan ada dua gumpalan lembut yang hangat menempel di punggungku. ‘gpp, justru yang muda lebih asik ’ aku tertawa dalam hati. Ternyata sejak awal mereka sudah berniat ngerjain aku. “Iya nih Yo, gara-gara cerita kamu waktu di telepon, Emma jadi kepengen ketemu juga sama kamu.” kata Tante Rissa. Kan jadi…” “Siapa yang cerita, lha wong kamu sendiri yang cerita sama kita..hihihi.” aku semakin tidak mengerti dan menatap Tante Rissa penuh tanya. “Gini lho sayang, waktu kamu telepon kemaren itu Emma juga ada di rumah Tante, jadi kita berdua asyik deh denger cerita kamu yang hot itu hahaha..” aku langsung mencubit pinggang Tante Rissa gemas.

Web chatting janda-47Web chatting janda-52

“Hai…” wanita itu menyebut nick yang kugunakan tadi siang. Akibatnya wanita itu sering melepas kesepian dengan gigolo-gigolo simpanannya. Sampai di rumah Tante Rissa kami bertiga langsung menuju ke kamar tidur. Dari belakang tubuhku, jemari lentik wanita itu masuk dari sisi kiri-kananku dan langsung melepas kancing kemejaku satu demi satu. hhmmmmmhhh…” Tante Rissa melumat bibirku dengan bibir tipisnya yang tersapu lipstik warne merah muda. Sementara Tante Emma baru saja berhasil melepaskan kemeja yang membalut tubuhku. Akhirnya kami bertiga langsung cabut ke rumah Tante Rissa yang sedang sepi. ku mencoba mengimbanginya, lidahku menjelajahi mulut Tante Rissa. Aku juga punya minat yang cukup tinggi dalam urusan seks. gak ding, janda kok’ aku tersenyum melihat kelakarnya. Di belakang Tante Emma memandikan punggungku dengan lidah dan air liurnya. Tante Rissa semakin turun ke bawah dan bibirnya sampai ke batas celanaku. Sampai saat ini aku masih bekerja di salah satu perusahaan IT di Jakarta. Aku baru saja ingin menghempaskan tubuhku di ranjang ketika Tante Emma memeluk tubuhku dari belakang dan menciumi leherku. Sementara Tante Rissa dari depan merangkul leherku dan mengecup bibirku. Tante Rissa langsung menghentikan ciumannya dan lidahnya mulai menjelajah leher, dada dan perutku. Aku baru saja akan menyuapnya lagi ketika tiba-tiba salah seorang pelayan Pizza Hut menghampiriku dan memberikan secarik kertas. I’M BEHIND YOU MY BOY’ aku terkejut dan langsung menoleh ke belakangku. Ada yang mau kenalan sama kamu tuh..” cetusnya sambil melirik ke wanita yang ada di sebelahnya. Tante Emma, wanita yang dimaksud ternyata adalah tetangga Tante Rissa. Tapi Tante Rissa beralasan bahwa di situ tempat yang paling aman karena kerabat-kerabatnya jarang sekali ke daerah tersebut. Spaghettiku sudah tinggal separuhnya dan mulai dingin.Aku terus menjelajahi tubuhnya dengan lidahku, sampai akhirnya aku mulai melumat kedua payudara dan putingnya. Tante Rissa berdiri dengan lututnya dan mulai merendahkan badannya.“Ssshh..oohhh…Riooo..terussss Yoo…” tubuh Tante Emma mulai menggelinjang menahan kenikmatan yang kuberikan. Lidahku semakin liar menjilati dan mengulum putting susunya yang runcing. Sebelah tangannya menggenggam batang penisku yang memang sudah keras dan basah oleh air liurnya. sekitar lima kali penisku menyemburkan sperma kuat-kuat ke dalam vagina Tante Emma. Sementara dari belakang Tante Rissa mendekap tubuhku erat-erat.Tante Emma yang mengetahui hal itu langsung mengambil alih, tangannya menggenggam batang penisku yang semula digenggam Tante Rissa. Itu untuk pertama kalinya aku berbagi kenikmatan birahi dengan wanita yang jauh lebih tua dariku. Sorenya aku terpaksa harus meninggalkan rumah Tante Rissa, karena anaknya sudah pulang.Sementara kini kedua tangan Tante Rissa yang lembut bertopang di atas dadaku. Tapi Tante Emma mengajakku untuk bermalam di rumahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Web chatting janda”

  1. In addition to offering a complimentary membership to non-millionaires, Millionaire’s Club works closely with a leading psychologist, relationship counselor, date coach, hypnotherapist, and image consultant, as well as with a variety of top-notch personal trainers, plastic surgeons, dentists, and hairstylists.